Israel Dituding Menghalang Keberangkatan Kepala Tim Olimpiade Palestina

Israel Dituding Menghalang Keberangkatan Kepala Tim Olimpiade Palestina

BERITA OLIMPIADE 2016 – Otoritas Keamanan Israel dituding menghalang-halangi keberangkatan Kepala Tim Olimpiade Palestina ke Kota Rio de Janeiro, Brasil. Issam Qishta hingga H-3 pembukaan olimpiade masihlah ada di Jalur Gaza lantaran visanya tidak kunjung keluar.

” Sebagai ketua tim, Issam Qishta malah belum dapat temani beberapa atlet di Brasil, ” kata Munther Masalmeh, Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Palestina seperti ditulis Aljazeera, Rabu (3/8).

Visa jalan Qishta telah diserahkan mulai sejak dua bulan lalu, tetapi hingga saat ini tidak kunjung keluar. Sedang dua atlet dari Gaza sukses pergi lebih dahulu ke Rio.

Emmanuel Nahshon sebagai Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Israel menyanggah ada usaha melarang Qishta keluar dari Jalur Gaza. Dia menyampaikan Palestina memiliki hak kirim siapa saja menguatkan tim di Brasil. ” Secepatnya (Qishta) akan berangkat, ” katanya.

Tim Olimpiade Palestina terdiri atas 22 orang, meliputi enam atlet, sisanya yaitu pelatih dan tim administratif. Mereka bakal berlaga di cabang atletik, renang, judo, dan berkuda halang rintang. Sosok atlet terkenal dari Palestina umpamanya pelari Mayada al-Sayad, Mhammed Aboukhousa, dan Ahmed Gebrel.

Baca Juga : JOKOWI MELEPAS TIM INDONESIA YANG IKUT OLIMPIADE 2016

Dua juta masyarakat Gaza dipaksa mengurusi visa pada otoritas Israel bila menginginkan melawat ke luar negeri. Visa itu digunakan untuk melintas menuju Pinggir Barat, lalu melalui jalur darat ke bandara paling dekat di Yordania.

Olimpiade Rio bakal berjalan mulai 5 Agutus sampai 21 Agustus yang akan datang. Tidak cuman terhalang dari sisi visa, atlet Palestina juga kekurangan logistik serta perlengkapan berolahraga. Beberapa atlet dari Gaza serta Pinggir Barat sangat terpaksa beli kepentingan mereka di Brasil, lantaran Israel melarang pengiriman barang impor ke lokasi Palestina.

” Kami sebenarnya telah menghadirkan alat latihan dan perlengkapan lain ke Pinggir barat mulai sejak beberapa bulan lalu. Tetapi semua ditahan oleh bea cukai Israel, ” kata Masalmeh.